Search results for afirmasi+diri

Dulu ga nyangka bisa begini

Menurut anda apakah hidup adalah sebuah kisah yang kita desain sendiri atau hidup hanyalah sebuah cerita yang sudah “dibuatkan” oleh yang diatas dan kita hanya menjalaninya?

Jika pertanyaan itu ditanyakan kepada saya maka saya tidak akan memilih salah satu jawaban, namun saya akan menjawab KEDUA-DUANYA!

Hidup adalah sebuah kisah yang kita desain sendiri

Yup saya setuju. Semua yang terjadi dalam hidup saya ini, saya percaya adalah buah dari perbuatan dan perilaku saya sendiri. Saya dimarah guru karena saya tidak belajar dan akhirnya tidak bisa menjawab soal ketika maju ke depan kelas. Saya kuliah di kampus saya karena saya mendaftar dan ikut ujian di kampus tersebut. Saya berpacaran dengan pacar saya karena saya memutuskan untuk menjadi pacarnya. Saya mendapat nilai A karena saya belajar dengan baik. Saya ga lulus karena saya tidak serius mempersiapkan diri dsb dsb dsb…… (puanjang n ngebosenin kalo diterusin)

Hidup sudah “didesain” olehnya

Saya pun tetap setuju. Sapa sangka kalo sesuatu yang 5 tahun lalu hanyalah sebuah angan-angan akhirnya benar-benar jadi kenyataan.

Kadang ada yang bilang bahwa untuk meraih sesuatu maka kita harus membayangkan terlebih dahulu seolah-olah kita akan mengalaminya. Istilah kerennya afirmasi mungkin yah :-D Dengan demikian maka “konon cerita” pikiran kita akan terfokus untuk meraihnya dan secara sadar ataupun tidak sadar maka segala perilaku kita akan mengarah untuk mendekatkan kita pada tujuan.

Tapi ada sebuah keinginan yang sama sekali saya ga berani untuk memimpikannya, apalagi mengharapkannya untuk terwujud. Anehnya walau ga “dimimpiin” ternyata hal itu benar-benar terjadi sekarang. Sesuatu yang tampak tidak mungkin bia saja terjadi kalo Dia menghendaki. Ga peduli dengan perbedaan Suku, Agama, Ras, Kulit, Kebangsaan, Idola, Zodiak, Kelahiran, Bahasa, IPK, Universitas, Rambut, Sepatu, Makanan favorit, Hobi, Latar belakang, Berat badan, Hormon, blah..blah..blah..blah…

Apakah itu? Ga penting untuk ditulis karena memang sifatnya pribadi :-D

Seperti kata Mbah Syrup, jalani aja hidup ini dengan baik, sisanya Yang Diatas mengatur (sopo maneh mbah syrup kuwi :mrgreen: )

Tuliskan keinginanmu

Postingan sebelumnya bercerita tentang Afirmasi yang bisa dilakukan dengan menulis. Nah, sebagai kelanjutan maka postingan kali ini akan berisi cerita yang pernah saya baca pada buku motivasi karangan Adam Khoo yang isinya kurang lebih mengenai “hasil ajaib” yang bisa diperoleh dengan menuliskan keinginan kita pada secarik kertas. Yuk kita mulai.

Pada tahun 1952, Yale University berencana melakukan sebuah riset berupa survey kepada mahasiswa yang akan lulus dari universitas tersebut. Inti dari survey tersebut adalah untuk mengetahui berapa persen dari mahasiswa yang menuliskan dengan jelas keinginan/cita-cita mereka, atau dengan kata lain adalah untuk mengetahui berapa persen mahasiswa yang telah “merancang” gambaran kehidupan masa depannya dengan menuliskannya pada secarik kertas “rancangan masa depan”

Ternyata hasil yang didapat menunjukkan bahwa 97% mahasiswa tidak melakukannya dan hanya 3% yang melakukannya.Mahasiswa yang termasuk golongan 97% mengaku tidak tahu pasti apa yang kira2 akan dilakukannya di masa depan, sedangkan 3% sisanya mengaku telah menulis “rancangan” hidup mereka dan akan memulai melakukan usaha untuk membuatnya menjadi kenyataan.

20 tahun kemudian, mereka kembali melakukan riset. Inilah yang mereka temukan :

Read more

Membangkitkan diri sendiri

Pernahkan terpikir sebelumnya untuk menjadi motivator bagi diri sendiri?

Selama ini aku suka membeli buku-buku motivasi untuk menambah semangat. Aku suka membaca kisah-kisah orang lain dan juga mendengarkan cerita orang-orang yang sudah berhasil. Intinya aku mencari motivasi dari luar, dari buku-buku, nasehat-nasehat, saran-saran orang lain.

afirmasi

Bisakah aku memotivasi diriku sendiri dari dalam? Jawabnya jelas bisa. Selama ini yang kulakukan adalah berbicara pada diriku sendiri bahwa aku bisa. Jika aku sedang ikut sebuah turnamen billiar dan sedang dalam situasi yang sangat menegangkan maka aku akan berbicara kepada diriku sendiri untuk meyakinkan bahwa pukulanku tak akan meleset dan bisa mengakhirinya dengan kemenangan. Hanya itu. Ya hanya itu yang biasa kulakukan untuk memotivasi diriku sendiri selain berdoa tentunya. Memotivasi diri dari dalam memang hanya kulakukan dengan berbicara yang positif kepada diriku sendiri, karena selama ini hanya itu yang aku tau.

Setelah membaca surat afirmasi dari Indra, tiba-tiba aku merasa senang karena menemukan bahwa memotivasi diri (dalam hal ini memberi afirmasi kepada diri sendiri) dari dalam tak hanya bisa dilakukan melalui berbicara kepada diri sendiri, namun juga bisa dilakukan dengan menulis buat diri sendiri. Penasaran gimana contohnya..? :-D coba deh baca surat ini

Gimana? menarik bukan?

Aku juga mau buat satu ahh… buat aku ndiri :mrgreen:

Selamat menulis surat :-D