Search results for andrea+saya

Madrid menang Milan lolos

Madrid berhasil menjadi juara grup G babak penyisihan Liga Champions 2010/2011 setelah mengkandaskan Ajax 4-0. Berkat kemenangan tersebut, Milan “terbantu” lolos ke babak 16 besar karena di saat bersamaan milan juga menang atas Auxerre 2-0 dan poinnya tidak bisa digeser lagi oleh Ajax maupun Auxerre.

Milan bertandang ke Perancis tanpa deep playmakernya Andrea Pirlo, akibatnya milan minim kreasi serangan. Permainan kedua tim cenderung monoton, milan menguasai ball possesion namun tampak kesulitan menciptakan peluang untuk duet strikernya malam itu Ibrahimovic dan Robinho.

Untunglah milan punya Ibrahimovic. Ibra mencuri gol lewat sebuah momen yang sebenarnya cukup kebetulan. Tampaknya milan sangat ketergantungan dengan striker swedia ini. Poin krusial sering muncul hanya karena 1-2 aksinya di lapangan. Gol kedua tercipta oleh Ronaldinho yang menggantikan Ibrahimovic di babak kedua. Dinho melakukan aksi cantik dengan mengirim bola ke tiang jauh yang tidak bisa dijangkau oleh penjaga gawang Auxerre.

Dengan hasil kemarin maka wakil dari Grup G sudah dipastikan digenggam oleh Madrid dan Milan, dimana klub yang disebut pertama sudah pasti menjadi juara grup. Sedangkan Ajax dan Auxerre akan berebut tiket “hiburan” ke Liga Eropa yang akan dihadiahkan kepada tim yang finish di posisi ke 3.

Phoenix Suns in trouble

Dari liga basket NBA, tim favorit saya Phoenix Suns tampak sangat kesulitan di awal musim. Rekor mereka “hanya” 7-7, cukup buruk untuk finalis wilayah musim lalu. Kepergian Amare Stoudemire belum mampu ditutup dengan baik oleh Hedo Turkoglu. Cedera yang menimpa Center utama Robin Lopez makin memperparah lemahnya suns di paint area. Belum lagi tidak fitnya sang playmaker Steve Nash. Suns sangat buruk tanpa Nash, offense mereka tidak terorganisasi dengan baik. Playmaker muda Slovenia Goran Dragic memang cukup bagus, namun belum cukup baik untuk menjadi leader yang mampu mengatur tempo permainan.

Kejutan di west adalah San Antonio Spurs yang tampak begitu perkasa di awal musim. Situasi sebaliknya terjadi di East. Tim dengan 3 superstar Miami Heat tampak masih kesulitan menemukan permainan terbaik mereka. Mereka hebat diatas kertas namun tidak di hasil, bahkan kemaren mereka dibantai Indiana Pacers. Tim-tim yang tampaknya berpotensi juara musim adalah LA Lakers,San Antonio Spurs, Boston Celtics dan Orando Magic. Keempat tim tersebut tampak lebih menonjol dibanding lainnya musim ini. Namun NBA is where the amazing happens, bisa saja peta kekuatan berubah menjelang babak playoff nanti.

Sengatan New Orleans Hornets juga tak boleh diremehkan, CP3 dan kawan2 tampak solid di awal musim, menjadikan NBA musim ini semakin seru untuk dinikmati. Belum lagi rookie2 jagoan semacam John Wall dan Blake Griffin dengan monster dunk-nya ikut meramaikan panasnya atmosfer kompetisi.

Kita nikmati saja pertandingan kelas dunia di cabang sepakbola dan basket dari indahnya Indonesia :-D

Milan tumbangkan Madrid di bernabeu

Tak ada yang lebih indah daripada bangun di pagi hari dan menonton tim kesayangan AC Milan mengalahkan klub hebat bertabur bintang Real Madrid di kandang lawan pula. What an amazing! :-D

Banyak yang pesimis akan peluang Milan pada pertandingan dini hari tadi, bahkan asianbookie mengunggulkan Madrid dengan memberi voor 1 kepada Milan. Gile, diremehin banget ni tim sekelas Milan :evil:

Di lapangan, cerita tampaknya akan sesuai dengan prediksi bursa pada awal pertandingan, dimana Dida melakukan blunder fatal yang mengakibatkan Raul dengan mudah mengecohnya sekaligus memasukkan gol yang ke 68 sepanjang keikutsertaannya di kancah Eropa. Gol tersebut sekaligus menyamai rekor gol yang dibuat oleh “super pippo” inzaghi di kubu Milan. Sepanjang babak pertama Madrid tampak nyaman dengan keunggulannya dan Milan tampak sulit untuk melakukan tembakan ke gawang. Half time 1-0 untuk Madrid.

Babak kedua sepintas hampir mirip babak pertama, namun titik balik Milan terjadi ketika tembakan keras spekulatif yang dilakukan oleh Andrea Pirlo berhasil menembus jala Casillas, 1-1 untuk Milan. Setelah terjadinya gol ini, Milan tampak semakin gencar melakukan inisiatif penyerangan, hasilnya tak berselang lama dari gol balasan tadi, Pato berhasil menyarangkan kembali si kulit bundar ke dalam gawang Casillas yang telah ditinggal pergi oleh pemiliknya pulang kampung :lol: 2-1 untuk Milan

Madrid pun tersengat, mereka mulai mengambil inisiatif penyerangan dan untungnya banyak peluang yang gagal. Bek asal Belanda Drenthe akhirnya mampu kembali menyamakan kedudukan setelah tembakan mendatarnya menusuk pojok gawang Dida, skor imbang lagi 2-2. Statistik akhir menunjukkan bahwa Madrid melakukan 26 kali tembakan yang berarti 2 kali lipat yang dilakukan Milan. Namun sepakbola tidak ditentukan oleh jumlah tembakan :mrgreen: Milan lah tim yang berhasil mencetak gol lebih banyak pagi tadi, dimana 2 menit sebelum bubaran, tembakan voli dari Pato lagi-lagi menggetarkan jaring Madrid, 2-3 untuk keunggulan Milan :-D

Kemenangan ini tentu menjadi modal yang bagus bagi milan untuk menapaki jalan lolos dari penyisihan grup. Kali ini terbukti bahwa Milan akan tetap bertaji walau tanpa Kaka. Leonardo tampak sudah mulai mendapatkan hasil bagus dimana 2 kemenangan beruntun atas lawan berat berhasil didapatnya. Forza Milan dah :-D

Milan menang vs Siena di pekan perdana

Legaaa…. Barangkali itulah yang dirasakan oleh fans AC Milan di seluruh dunia karena tim kesayangannya berhasil meraih poin penuh pada pekan pertama Liga Italia Serie A. Fans banyak yang was-was akan perjalanan Milan di musim ini mengingat rentetan hasil buruk yang mewarnai laga pra musim Milan dibawah komando pelatih baru Leonardo. Namun untuk sementara pendukung boleh bernafas lega karena 3 poin berhasil diraih setelah menumbangkan tuan rumah Siena 1-2.

Turun dengan formasi 4-3-1-2, Leonardo terpaksa memainkan Storari (kiper ketiga) dibawah mistar karena Dida dan Abbiati belum siap tampil. Lini pertahanan diisi oleh kuartet Zambrotta, Nesta, Thiago Silva dan Jankulovski. Lini tengah diisi oleh deep playmaker Andrea Pirlo, Gattuso dan Flamini. Pada posisi trequartista di belakang 2 striker tentu saja diisi oleh mantan bintang Barcelona Ronaldinho. Duet lini depan dipercayakan kepada Pato dan Boriello. Sedangkan striker anyar Klaas Jan Huntelaar belum bisa tampil karena skorsing kartu merahnya ketika memperkuat Madrid ternyata masih berlaku.

Peran Ronaldinho sebagai pengatur serangan terlihat ketika dia memberikan umpan manis kepada Pato yang lolos dari jebakan offside dan akhirnya mencetak gol pertama. Sempat mendapat gol balasan, namun Pato sekali lagi membawa Milan unggul dengan sepakannya menyambut umpan Flamini yang sebelumnya lagi-lagi mendapat umpan terobosan dari Ronaldinho. Skor 2-1

Ke depan akan semakin berat, tapi sebagai Milanisti kita harus yakin akan perjalanan Milan di musim ini baik di Serie A, Liga Champions, maupun di Coppa Italia. Forza Milan!! :-D

Carlo Ancelotti resmi pelatih Chelsea

Bye bye Carletto, terima kasih untuk serangkaian gelar bergengsi yang kau persembahkan ketika melatih AC Milan termasuk 3 final Liga Champions yang membuahkan 2 trophy.

carlo-ancelotti-pindah-ke-chelseaAgak kaget ketika mengetahui isu berlabuhnya Carlo Ancelotti ke Chelsea ternyata bukan sekedar isapan jempol. Galianni pernah berujar bahwa posisi Ancelotti aman jika Milan berhasil finish di posisi 3 besar di Serie A. Ternyata Ancelotti benar-benar pergi. Chelsea benar-benar beruntung mendapatkannya karena Carlo Ancelotti adalah sosok yang tepat untuk mewujudkan impian Roman Abramovich agar Chelsea dapat merengkuh gelar Liga Champions Eropa.

Di tangannya, Milan menjelma menjadi klub yang disegani di Eropa setelah menjalani masa-masa sulit di Eropa pada periode ’96 hingga awal tahun 2000. Paceklik gelar Liga Champions sejak mengalahkan Barcelona 4-0 akhirnya terlewati setelah mengalahkan Juventus dengan adu penalty di stadion kebanggaan MU, Old Trafford pada tahun 2003. Kegemilangan yang sama hampir terulang di tahun 2005, namun sayang Liverpool dengan Rafa Benitez-nya dengan luar biasa membalikkan ketertinggalan 0-3 di babak pertama menjadi sebuah kemenangan di akhir Final Liga Champions 2005. Ancelotti berhasil mendapatkan gelar liga champions keduanya pada tahun 2007 setelah melakukan “pembalasan” kepada Liverpool di final dengan skor 2-1.

Sederet pemain terlahir kembali ketika dibesut oleh pelatih yang juga mantan pemain Milan dan AS Roma ini. Sebut saja Clarence Seedorf dan Andrea Pirlo yang disia-siakan Internazionale Milan. Jaap Stam yang berselisih dengan Sir Alex Ferguson. Filippo Inzaghi yang kembali garang ketika seperti di Juventus, dan yang terakhir adalah mantan kapten tim nasional Inggris David Beckham.

Awal kepelatihannya di Milan, Ancelotti sempat memiliki trisula maut yakni duet striker Filippo Inzaghi dan Andriy Shevchenko yang ditopang oleh playmaker handal Manuel Rui Costa. Ancelotti juga menemukan gelandang angkut air yang tak kenal lelah yaitu Gennaro Gattuso serta menemukan posisi unik untuk Andrea Pirlo yang ditugaskan sebagai Deep Playmaker walau posisi aslinya adalah pengatur serangan yang berdiri di belakang striker. Semua eksperimen Ancelotti rata-rata berhasil (terutama di Eropa). Milan sempat memainkan sepakbola yang sangat hebat hingga disebut sebagai tim yang menyerang ala Brazil dan bertahan ala Italia.

Transfer-transfer pintar pun terjadi di bawah kepelatihan Ancelotti. Setelah mendapat penolakan dari Fabio Cannavaro, Milan berhasil mendatangkan bek tangguh yang juga mantan kapten Lazio yakni Alessandro Nesta. Di tahun 2004, milan mendatangkan seorang pemain muda dari Sao Paolo yang bernama Kaka. Tak banyak yang mengenalnya waktu itu, bahkan Inter Milan sempat tidak tertarik akan anak muda yang satu ini. Namun akhirnya kita tau sendiri siapa Kaka sekarang. Langsung “mencuri” posisi Rui Costa di musim debutnya dan akhirnya menjadi pemain terbaik dunia pada tahun 2007 dan sempat ditawar Manchester City dengan harga super mahal. Pelatih yang berjasa mengangkat karirnya? Tentu saja Ancelotti :-D

Kini Milan mempercayakan posisi Allenatore (pelatih) pada mantan pemainnya yaitu Leonardo. Tidak memiliki “cv” yang baik sebagai pelatih namun kita nantikan saja sentuhannya menangani Milan musim depan.

leonardo-pelatih-milan

Siapapun pelatihnya, yang penting klub idolaku adalah AC Milan :-D

Italy Italia oh.. Italiku sayang

Hari ini yaitu Selasa 17 Juni 2008 pukul 18.22 WITA, saya mulai menulis untuk postingan kali ini. Hati saya sedang berdebar kencang menantikan malam hari tiba. Kali ini hati tidak berdegup karena sandra dewi lagi khilaf tiba-tiba pengen ketemu saya :mrgreen: namun karena tim jagoan saya di EURO 2008 yaitu Italy akan menghadapi partai hidup mati melawan Perancis.

Masih terbayang dalam benak saya peristiwa 4 tahun yang lalu. Pada euro 2004 italy gagal menembus babak kedua karena swedia dan denmark bermain “adil” 2-2 pada pertandingan terakhir penyisihan grup. Hape kuno nan jadul saya tak henti-hentinya berdering menerima sms dan telpon dari teman-teman dekat yang memberikan ucapan selamat atas kekalahan tim kesayangan saya. Hiks..hiks.. :cry:

Belum lagi tepat setahun kemudian saya menerima “ucapan selamat” yang jauh lebih menyakitkan. Ceritanya waktu itu AC Milan telah unggul di babak pertama atas Liverpool 3-0. Sebagai pendukung yang sumringah dan lupa daratan, langsung saja saya hampiri tempat nongkrong bareng terdekat dengan kos-an saya dan mulai memberikan ucapan “selamat kalah” buat pendukung Liverpool disana. Dasar apes, di babak kedua Liverpool menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dan bahkan memenangkan pertandingan lewat adu penalty. Sungguh merupakan peristiwa yang susah dilupakan. Saya ingat bahwa saya jadi tidak pernah menghampiri tempat kumpul-kumpul itu selama 3 minggu karena takut balik diejek oleh teman-teman taruhan pisang goreng anget waktu itu :-(

Kali ini semoga tidak terjadi lagi. Cukup berat, karena selain harus menang melawan Perancis, di tempat lain Rumania harus gagal mengalahkan belanda agar Italy bisa lolos. Belanda yang sudah lolos dari grup C tentu bisa saja tidak menyia-nyiakan kesempatan emas untuk menyingkirkan perancis dan italy dalam sekali pukul, dengan cara “mengalah” pada rumania :evil: Heii Belanda…. Plissssssssssssss donk kalahin rumaniaa…

Turnamen kali ini tampak sial bagi italy, kesialannya antara lain :

Undian menempatkan Italy di grup neraka dan bergabung dengan 2 dedengkot bola eropa yaitu Perancis dan belanda, belum lagi ditambah si kuda hitam Rumania.

Kapten tim Fabio Cannavaro cedera hanya sesaat menjelang turnamen dimulai

Gol Luca Toni waktu melawan Rumania dianulir, padahal wasit pun mengakui kesalahannya dan mengatakan bahwa memang seharusnya gol italy adalah sah.

Namun ingat, janganlah beralasan sial, karena excuse atau mencari cari alasan adalah perilaku yang kurang baik. Harus diingat bahwa Italy juga dinaungi beberapa keberuntungan, yaitu :

Ketika kalah melawan belanda, di tempat lain perancis dan Rumania hanya berbagi angka masing-masing 1 point. Italy pun tak tertinggal jauh dari tim posisi 2 di grup.

Ketika gagal menang melawan Rumania, perancis pun takluk dengan selisih skor yang sama melawan belanda yaitu kalah 3 gol. Selisih gol italy dibandingkan dengan perancis pun menjadi sama. Keuntungannya perancis masih berada pada level yang sama dengan Italy di klasemen sementara.

Ketika menderita gol dari Rumania karena blunder Zambrotta, Italy dengan cepat menyamakan kedudukan, Italypun tidak down secara psikologis.

Ketika Rumania mendapat penalty dan berpeluang mengirim italy pulang lebih awal, Buffon dengan gemilang menepis tendangan penalty Mutu, Italy pun masih bernafas di Euro 2008.

Nah sapa tau aja memang nasib Italy untuk lolos, makanya banyak beruntungnya juga. Siapa tauuu…. Berharap boleh-boleh saja kan.. :-D

Besok pagi, postingan dukungan untuk Italy ini akan sia- sia jika hasilnya Italy tidak lolos, namun semoga saja ketika saya membuka blog esok hari Italy telah lolos. SEMOGAAA……… :-D

italy

UPDATE : Italy akhirnya lolos dari lubang jarum, setelah menang melawan Perancis 2-0 melalui gol Andrea Pirlo dan Danielle De Rossi. Di tempat lain Belanda dengan gagah tidak bermain mata dengan rumania dan menggasaknya dengan skor 2-0. Horee…harapan terkabul :-D Hai spanyolll…..siap-siap hadapi tim Azzuri. Keluarin tu duet David Villa dan Fernando Torres, Italia siap meladeni :mrgreen: Lagi seneng mode : ON :-D