Search results for cerita+uang+saku

Repotnya nge-blog Inggris

Selain ngurusin blog ngaco yang satu ini, saya juga melihara tuyul blog lain yang pake bahasa asal Inggris :mrgreen: yang ceritanya syukur-syukur bisa nambahin uang saku. Kali ni pengen curhat deh kendala apa aja yang harus dihadapi blogger yang ngeblog pake bahasa inggris tapi sebenernya ga bisa Inggris :lol:

Bahasa
So pasti ini problem terbesar. Bahasa Inggris yang kacau balau dan asal yes no yes no tentu merupakan sebuah handicap tersendiri. Untungnya si mbah maridjan ngajarin agar jangan cepat menyerah. Dimana ada kemauan maka disitu ada jalan. Tinggal gunakan tools-tools yang tersedia untuk membantu, plus gunakanlah tools terhebat yang udah dimiliki masing-masing blogger yaitu sebuah gumpalan yang ada di dalam kepalanya.

Konon benda yang satu ini merupakan sebuah benda ciptaan Tuhan yang sangat hebat, segala kreativitas dan hasil buatan manusia biasanya berawal dari benda yang satu ini. Jadi maksimalkanlah kegunaan tools pemberian Tuhan yang satu ini :-D

Kalo ditanya, rewrite tool yang paling kamu rekomendasiin tu apa si Yud? Menurut saya jawabannya adalah dengkul :mrgreen: ups salah.. maksud saya otak masing-masing.

Topik
Nah ini gimana ga bikin bingung. Misal pengen nulis blog dengan topik keuangan. Gimana saya nulis artikelnya, wong nilai mata kuliah keuangan pas kuliah dulu aja bener-bener pas-pasan.

Untunglah Gugel itu baik hati. Tinggal gugeling dan temukan sebuah tulisan yang sesuai dengan topik dan keyword yang anda inginkan. Lalu tulis deh dengan bahasa ndiri. Misal INI IBU BUDI, tinggal ganti jadi BUDI IBU INI ANDUK biar unik lah kata orang (nah loh :mrgreen: )

Tulis ulang artikel yang udah jadi dengan bahasa sendiri atau kalo orang Bali bilang rewrite maka beres deh :-D

Malas
Ini penyakit paling parah. Malas bisa menjangkiti ketika awal-awal ngeblog ataupun ketika sedang mengalami kebosanan akut. Pada awal-awal bikin sebuah blog baru, biasanya rasa malas timbul karena apa yang dikerjakan “terlihat” tidak sebanding dengan trafik yang dicapai. Nulis lusinan postingan n cari-cari link dimana mana namun pengunjung yang datang sak uprit. Semestinya sambil nunggu trafik datang maka buatlah blog-blog lainnya, wajar banget jika awal-awal trafik tu dikit, jadi tetep semangat aja, yang penting doa ibu menyertai hehe…

O iya, be te we Milan sekarang dah makin oke aja tuh. Kemarin giliran Palermo yang dijitak 3-0. Mana InterMulanJameela kalah pula lawan Napoli. Jarak tinggal 7 poin deh. Tinggal berharap ada keajaiban yang bisa bikin Milan Scudetto di akhir musim *ngarep*

Ngeblog lagi yuuuuu….

Sekedar cerita (i love 9ball)

Nge-lanjut postingan lalu tentang cinta kedua, kali ini pengen asal posting mengenai asal mula mengapa cinta kedua saya bersemi dengan benda berkaki empat (untunglah bukan hewan kaki 4 :mrgreen: )

warning : Hanya cerita pribadi, yang ga ada waktu banyak buat BWalking lebih baik ga usah klik read more :-D

Read more

Uang saku masa ke masa

Selalu bikin senyum-senyum sendiri bila mengingat kejadian jadul waktu kecil. Kali ini teringat akan jumlah uang “sangu” yang biasa saya bawa dari kecil dulu. Karena saya bukan anak orang berada, maka jumlahnya pun mungkin boleh dibilang “nge-pas” aja dengan situasi waktu itu. Biar nge-pas yang penting kan hepi :-D

Taman Kanak-kanak
Uang saku ga ada alias nol rupiah. Saya hanya dibawakan bekal minuman yang ditampung dalam wadah berbentuk robot-robotan kesukaan saya he..he.. :mrgreen: Tapi rasanya cukup ko, TK kan cuma sebentar aja jam sekolahnya, paling banter jam 10 udah bubar.

Sekolah Dasar
Kelas 1 saya diberi uang saku Rp.100, kelas 2 Rp.200 dan begitu seterusnya. Uang saku saya waktu SD rumusnya adalah (tingkat kelas saya X 100) :-D
Uang segitu terasa banyak bagi saya yang tidak terbiasa berbelanja sendiri. Waktu kelas 1 SD, uang 100 rupiah bisa dibelikan es gula Rp.25, irisan nenas Rp.50 dan sisanya saya tabung di celengan bentuk telepon saya sebesar Rp.25 hihi..dikit banget :mrgreen:
Chiki snack dan Beng-Beng harganya masi Rp.200 dan majalah paling mahal bagi saya adalah serial Tiger Wong, Tapak Sakti dan sejenisnya yang seharga Rp.2000. Karena mahal jadi saya hanya diijinkan berlanggganan majalah Bobo :mrgreen:
Dalam masa 6 tahun, saya berhasil mengumpulkan kekayaan dari celengan saya sebesar kira-kira Rp. 71.000an rupiah. Wowww banyaakkk (dari hongkong :mrgreen: )

Sekolah Menengah Pertama
Uang saku naik jadi Rp.1000 tapi tetep segitu sampai kelas 3 hiks.. :-(
Gpp, lagi-lagi yang penting Hepi :-D Saya dulu naik kendaraan umum, jadi Rp.400 habis buat ongkos kendaraan bolak balik. Untungnya saya sering sungkem kanan kiri buat minta ‘sumbangan’ sama tante-tante atau om saya hehe..
Kalo ga salah pada masa itu dimulai krisis moneter di negeri kita tercinta ini. Nilai uang terasa makin anjlok. Kata orang-orang dewasa waktu itu (saya ceritanya masih kecil n ga ngerti apa-apa :mrgreen: ) harga-harga jadi mahal, karena itu ga berani deh kurang ajar minta “kenaikan gaji” sama ortu. Tambahan sangu kan bisa diusahakan dengan taruhan liga Italia :mrgreen: (sumpah jangan ditiru!!!)

Sekolah Menengah Atas
Horeee, pada tingkat ini naik jadi beberapa ribu. Tapi ya terasa cukupan karena harga-harga sudah mahal. Tetep hepi aja karena makan kan masih numpang di rumah. Cuma yang bikin berat adalah pengen bisa traktir cewe cakep tapi ga punya duit hehe… :mrgreen: Untungnya pas SMA ga ada cewe yang mau saya traktir (air putih) :mrgreen:

Perguruan Tinggi
Dikasi sangu lebih banyak namun hidup terasa lebih berat, karena untuk pertama kalinya dalam hidup, saya tinggal tak bersama ortu. Makan aja mesti beli. Hiks..
Pada fase ini saya menjadi lebih mengerti makna berhemat. Susah sekali mengatur hidup ternyata. Tangan masi nadah sama ortu aja dah ngerasa susah, emang dasar katrok!! :evil:
Karena saya suka sekali main biliar, maka sering saya mesti menelpon ke rumah mengabarkan bahwa saya telah sukses. Sukses kehabisan uang saku. Duh… malunya saya… :oops:

Bermula dari 100 rupiah hingga puluhan ribu. Nilai uang dulu dan sekarang sudah jauh berbeda. Dulu Rp.100 terasa banyak, sekarang coba aja pergi malem mingguan. Jujur deh, pasti paling tidak selembar uang seratus ribuan keluar dari dompet anda.Ya kan..? :-D

Anak-anak di masa depan berapa ya uang sangunya? :-D

Selamat berhari minggu teman-teman :-D

Prioritas : dahulukan yang terpenting

Senang sekali bila kita bisa mengendalikan waktu seperti pada film-film fiksi. Anda suka komik jepang DragonBall Z? jika iya anda pasti tahu bahwa dalam cerita komik tersebut dikisahkan terdapat ruangan waktu, dimana kelebihan dari ruangan tersebut adalah penggunanya dapat memperlambat waktu. 1 jam di ruangan tersebut sama dengan setahun di dunia manusia ( bener ga ya, lupa nih ceritanya :mrgreen: ) Jika kita hanya punya waktu sehari untuk mempersiapkan diri maka kita tinggal masuk ke ruangan itu untuk memperlama waktu persiapan kita. Mengkhayal sekali ya.. :-D

Pastinya hal hal diatas hanya khayalan karena waktu tidak bisa dikendalikan dan setiap orang di dunia ini hanya disediakan masing-masing selama 24 jam sehari, maka sangat penting bila kita bisa mengelola waktu yang terbatas tersebut. Apabila anda bekerja di kantor dan juga mencari penghasilan tambahan melalui internet, pasti kesibukan anda terasa amat luar biasa apabila tidak mengelola waktu dengan baik. Belum lagi jika sudah berkeluarga, membayangkan saja saya sudah terbayang bagaimana banyaknya kegiatan yang mesti diatur bagi mereka yang berkeluarga dan juga beraktivitas offline sekaligus online.

Pernahkan anda merasa sudah melakukan banyak sekali kegiatan pada hari itu namun ko ternyata hasilnya tidak seperti yang anda harapkan dan hasilnya rasanya tidak sebanyak yang anda kerjakan tadi. Nah apa yang kira-kira terjadi, apa yang salah. Kita sudah bekerja dari jam 7 pagi hingga jam 12 malam, namun mengapa rasanya tidak ada pekerjaan yang beres diselesaikan. Saya termasuk orang yang sering mengalami masalah itu.

Akhirnya saya mendapat saran dari seorang teman yang kehidupannya jauh sangat teratur jika dibanding saya yang serba ‘serabutan’ ini :-D Sarannya sangat simple yaitu : Kerjakan yang terpenting terlebih dahulu. Ya hanya itu saran dari teman saya. Dia menyuruh saya untuk menuliskan hal-hal yang mesti saya kerjakan esok hari lalu menyusunnya berurutan sesuai dengan hirarkhi : yang terpenting ditulis paling atas. Aturan mainnya adalah kita mesti mengerjakan pekerjaan itu sesuai dengan urutan yang kita tulis dan kita mesti menyelesaikan yang paling atas terlebih dahulu baru kemudian mengerjakan yang berikutnya sesuai urutan.

Contohnya saya membuat list seperti dibawah ini : (tak mesti sama setiap harinya)

1. Update beberapa blog sambil cari bahan konten untuk update selanjutnya.

2. Login ke akun-akun yang bisa memberi tambahan penghasilan atau paling ga berhubungan sama usaha pencarian tambahan uang saku :mrgreen: tujuannya untuk monitor hasil hari kemarin, evaluasi campaign (bila pas pasang ppc), submit job atau cari job (bila reviewan :-D ), kumpulin keyword-keyword baru, bales email akun manajer (sapa tau kemaren nanya sesuatu) dan blah..blah..blah… (karena newbie pemula maka yang dimonitor adalah receh receh aja :oops: dikit dikit jadi bukit hehe.. :mrgreen: )

3. Cari-cari link buat si blog :-D (serabutan dan seadanya bo, ga ngerti SEO nih)

4. Trus bila sudah selesai 1 mpe 3 baru acara santai : blogwalking yummy :-D , forum-forum, chat haha hihi hehe hoho, nonton n kesasar di situs warna biru :mrgreen: , ngaskus, cek email, browsing sana sini, blah blah blah blah… de el el yang ga jelas juntrungannya :mrgreen:

Terkadang jika mengikuti aturan (harus mengerjakan yang paling atas dulu hingga selesai baru kemudian mengerjakan dibawahnya) maka pekerjaan kadang tak terselesaikan semua dalam 1 hari. Namun kabar baiknya adalah bahwa setidaknya kita telah mengerjakan hal yang berguna hari itu walau tak semuanya. Itu lebih baik dibanding jika kita bekerja keras tanpa arah pada hari itu namun tidak efisien.

Posting tadi cuma curhat loh :-D Berguna setidaknya untuk saya. Tiap orang saya yakin pasti punya metode kerja sendiri-sendiri yang cocok untuk dirinya sendiri. Ada yang mau share tentang bahasan sejenis? Silahkan tinggalkan url postingannya, dengan senang hati saya akan membacanya. Saya selalu ber terima kasih sekali buat temen-temen yang sering menulis sesuatu berguna untuk teman yang lain di blognya :-D

Oke laporan selesai untuk hari ini, selamat berakhir pekan teman-teman :-D

Deg Deg-an deh…

Bagi anda yang suka dengan permainan tes mental, maka cobalah bermain billiar melawan seseorang dengan taruhan tertentu. Ketika kita mendapat giliran, tak ada seorangpun yang dapat menghalangi kita mencoba memasukkan bola seperti halnya permainan/olahraga lain seperti misalnya basket atau sepakbola. Namun mengapa tiba2 semua terasa ruwet begitu kita dalam situasi harus menang? Mengapa jantung kita berdebar lebih kencang ketika harus mengeksekusi tembakan yang menentukan? Bukankah lawan kita tak dapat mencegah atau menghalang halangi kita melakukan eksekusi? Yup jawabannya karena olahraga/permainan ini adalah permainan unik dimana kita sedang melawan diri sendiri. ndredeg kalo orang jawa bilang , ketug ketug kalo orang bali bilang dan nervous kalo bule bilang. “YAK Ampyunnn, iso copot jantungku jal….”

heart

Ceritanya hari minggu kemaren aku melakukan “ritual” deg deg-an itu bareng temenku, aku bermain dan mengiyakan tawaran taruhannya dengan hayalan bahwa nanti pulang-pulang aku akan membawa tambahan uang saku, enaknyaaa…. :mrgreen:

Read more