Search results for guinnes+10ball

Jundel Mazon juarai Guinness 10ball world series 2010

Pebiliar Philipina Jundel “janno” Mazon akhirnya berhasil menjadi juara Guinness 10ball World Series grand final di mall taman anggrek setelah mengkandaskan perlawanan pebiliar tuan rumah Irsal Nasution dengan skor 10-5.

Sebelumnya Mazon mengalahkan juara dunia 10ball 2008 Darren Appleton di semifinal. Namun kejutan sesungguhnya adalah prestasi yang diraih pebiliar tuan rumah Irsal Nasution. Perjalanannya ke final begitu fenomenal karena berhasil melewati Alex Pagulayan (juara dunia 9ball 2004) dan Ronato Alcano (juara dunia 9ball 2006) sebelum akhirnya memasuki babak semifinal.

Di semifinal kejutan kembali terjadi. The Pool Devil Chang Jung Lin dibuatnya bertekuk lutut 8-1!! OMG! :-D Padahal Chang sangat diunggulkan karena dia adalah langganan juara untuk even guinness sebelumnya.

Sayang perjuangannya seperti mengalami antiklimaks di final, tepatnya di frame ke 7. Irsal Nasution gagal memasukkan bola 7 karena posisi bola putih yang rapat dengan bola 9 sehingga posisi menembaknya menjadi tidak nyaman. Semenjak itu momentum diambil alih oleh Jundel Mazon. Tertinggal 1-5 pada frame tersebut namun secara luar biasa Mazon mengambil seluruh frame sisa di pertandingan tersebut dan mengakhiri pertandingan dengan skor 10-5.

Namun Indonesia patut berbangga karena Irsal Nasution dan Ricky Yang telah menunjukkan bahwa Indonesia bisa bersaing dengan pemain-pemain kelas dunia.

Selamat untuk Jundel Mazon :-D

Ricky Yang melaju ke 16 besar Guinness 10ball Grand Final

Mental baja! Itulah kata yang pas untuk menggambarkan Ricky Yang untuk meraih kemenangan pada babak 32 besar Guinness 10ball Grand Final di mall Taman Anggrek kemarin malam.

Bermain melawan mantan juara US Open dari Amerika Serikat, Shane Van Boening, Ricky harus menahan nafas ketika tertinggal 5-7 dan Van Boening mendapatkan ball in hand dalam game yang berformat race to 8. Beruntungnya justru Ricky yang memenangkan frame tersebut dan memperkecil ketertinggalan menjadi 7-6.

Van Boening kembali gagal memanfaatkan frame berikutnya, padahal dia memegang break saat itu. Ricky Yang dengan luar biasa melakukan jumpshoot yang cukup sulit dan akhirnya membuat kedudukan imbang menajdi 7-7 Hill-hill, luar biasa.

Di frame penentuan, Ricky memegang kendali karena dia memegang break. Dengan sempurna Ricky Yang melakukan Run Out yang membuat Shane Van Boening mesti puas dengan raihan babak 32 besar. Selamat Ricky Yang, lanjutkan perjuangan.

Di partai sebelumnya di Tv table, Ralf Souquet berhasil menundukkan Satoshi Kawabata dengan skor 8-6. Walau Souquet yang dijuluki The Kaiser sebenarnya bermain buruk malam itu, namun untungnya Kawabata pun banyak melakukan kesalahan sendiri.

Contoh good sportsmanship ditunjukkan oleh juara dunia 9ball 2003 Thorsten Hohmann ketika melawan Ko Pin Yi. Ketika itu wasit memutuskan foul untuk ko pin yi karena dianggap dia tidak melakukan call sebelumnya untuk kombinasi bola memasukkan bola 7. Karena merasa bahwa Ko Pin Yi memang berencana melakukan pukulan itu (bukan keberuntungan) dan dia hanya lupa melakukan call yang memang diwajibkan dalam permainan 10ball, maka Hohmann dengan gentlemen mempersilahkan Ko Pin Yi untuk melanjutkan frame tersebut. Waduh hari gini masi ada juga orang begini ya, dia mungkin selalu merasa bahwa nothing cheap for the title. Salut buat Thorsten Hohmann :-D

Guinness 10ball kembali akan disiarkan secara langsung melalui StarSports pada hari ini 31 Agustus 2010 mulai jam 11.00 WIB. Bagi penggemar olahraga biliar saya ucapkan selamat menikmati :-D

Yang Ching Shun Grand Champion of Guinness 9ball tour 2008

Guinness 9ball Tour asia 2008 akhirnya memasuki fase paling akhir setelah melewati 5 seri dan meloloskan 10 pebiliar terbaik asia untuk berlaga pada babak GrandFinal yang dilangsungkan di Mall Taman Anggrek, Jakarta-Indonesia 24-26 Oktober 2008.

Indonesia beruntung karena kebagian jatah GrandFinal dan berhak mendapat wildcard yang diberikan kepada pemain kita Ricky Yang. Karena ga bisa nonton langsung, maka saya dengan setia nongkrong di depan tv dari hari jumat sampe minggu untuk nonton acara ini, walau adik protes karena saluran indovision di rumah “dibajak” selama 3 hari untuk nonton biliar seharian :mrgreen:

Indonesia lagi-lagi tak mampu menunjukkan prestasi yang memuaskan pada ajang ini, Ricky Yang tak mampu lolos dari babak penyisihan. Sempat mengalahkan jago Filipina “gaga” Gabica, namun perjuanganRicky Yang mesti kandas di tangan pebiliar muda berusia 19 tahun Wu Chia Ching. (masa kalah sama anak kecil yah hehe :mrgreen: ) Sebagai info, Wu Chia Ching bukan bocah sembarangan karena dia adalah pemegang gelar juara dunia 9ball termuda yaitu juara dunia pada umur 16 tahun tepatnya pada tahun 2005. Former World Champion kalo orang bule bilang :-D Dia juga pernah juara dunia untuk kategori 8ball dan bulan lalu hampir saja menjuarai kategori 10ball jika tidak dihentikan oleh Darren Appleton di final. :mrgreen: Ricky Yang kalah 9-3 dan mesti puas “hanya” membawa hadiah $2200 sebagai imbalan bagi peserta yang tidak lolos dari babak penyisihan.

Pada babak semifinal terjadi pertarungan sangat seru, Alex “the Lion” Pagulayan (juara dunia 9ball 2004) berhadapan dengan Wu Chia Ching (juara dunia 9ball 2005). Alex yang tingkah lakunya sangat kocak dan menghibur akhirnya harus takluk oleh Wu dengan skor 9-6. Pada semifinal lainnya mempertemukan pemain rangking 1 dunia saat ini, Dennis Orcollo melawan “the son of pool” Yang Ching Shun. Kali ini Yang Ching Shun tak terbendung dan berhak berlaga di babak final melawan muridnya yaitu Wu Chia Ching.

Mall Taman Anggrek

Partai final berlangsung sangat menarik, dimana Wu mendominasi pada awal pertandingan dan sempat leading 7-4, namun karena kesalahan kecil akhirnya momentum berbalik dan Yang Ching Shun menyudahi pertarungan dramatis tersebut dengan skor 11-9. Wu tentu kecewa karena tak dapat meraih 1 pun trophy kejuaraan asia, padahal ia adalah seorang mantan juara dunia. Sebaliknya Yang Ching Shun (yang juga merupakan mentor dari Wu) telah berkali-kali juara asia termasuk kemarin, namun uniknya dia tak sekalipun pernah kebagian untuk menjuarai kejuaraan dunia. Mirip Timnas sepakbola Belanda kali yee, permainan si oke, tapi ga pernah juara dunia :-D

inilah sang Grand Champion

Sebagai juara Yang Ching Shun berhak atas prize money sebesar $36.000 (dikit amat yak kalo dibandingin hadiah pemain tenis, tapi kalo untuk saya si rasanya banyak banget hehe :lol: ) Wu Chia Ching sebagai runner up mendapat hadiah $10.000. Kalo dihitung-hitung Wu lumayan kaya untuk anak berusia 19 tahun. 2 bulan ini aja uang hadiahnya udah terkumpul $50.000 lebih, wuah ternyata kalo memiliki skill (dalam bidang apa aja) dan dimaksimalkan, maka rewardnya pasti juga memuaskan :-D

Udah ah nonton biliarnya, kasian blog ngawur ini dicuekin aja.