Search results for hal+yang+paling+menakutkan

Sebuah pagi 3 tahun yang lalu

Aku masi mengantuk ketika tiba-tiba suara bergemuruh bagaikan ada segerombolan kuda liar berlari mendekat. Ada apa gerangan, entah bagaimana kejadiannya yang jelas tiba-tiba aku panik karena terbangun dalam keadaan bergoyang-goyang hebat.

Belum benar-benar tersadar pagi itu ketika barang-barang di kamar berantakan karena bumi tampaknya sedang mengamuk. Plafon mulai bergetar, tampaknya genteng rumah mulai menimpa sesuatu dibawahnya. Aku dan kelima temanku berlarian panik keluar. Lorong di ruangan menuju pintu depan terasa sangat panjang dan dengan tergesa-gesa kami membuka pintu untuk mencari tempat yang terbuka.

Itulah sedikit kejadian pagi persis 3 tahun yang lalu ketika gempa hebat terjadi di Yogyakarta. Seumur hidup, baru kali ini aku takut ketika ada gempa. Biasanya aku hanya cuek aja menunggu gempa mereda, namun kali ini berbeda. Gempa kurasakan sangat keras dan berlangsung cukup lama.

Tanah disebelah rumah bahkan menganga memperlihatkan betapa hebatnya kekuatan gempa yang baru saja terjadi. Kami semua langsung menoleh ke Utara, melihat merapi yang memang sedang memperlihatkan aktivitasnya waktu itu. Kami sama sekali tidak tahu bahwa kejadian tadi bukanlah berasal dari gunung merapi, namun datang dari selatan.
Rumah kontrakan yang kami tempati hanya rusak ringan, begitu pula tetangga-tetangga sebelah. Aku tak menyangka bahwa ternyata di bagian selatan banyak rumah yang roboh bahkan rata dengan tanah :-(

Aku pun bergegas mandi karena hari itu aku bertugas sebagai pengawas ujian akhir semester di kampus UAJY tercinta. Di sepanjang jalan tampak pemandangan yang tak biasanya. Orang-orang semua keluar rumah, duduk-duduk di depan bangunan dan tampak masih ragu untuk melakukan kegiatan di dalam rumah. Sesampainya di kampus, benar saja bahwa hari itu tidak ada ujian. Semua kegiatan perkuliahan dibatalkan. Kampusku tampak retakan besar yang membuatku teringat kejadian barusan di rumah. Semua tampak saling berbicara dalam kelompoknya membahas apa gerangan yang terjadi beberapa saat yang lalu.

Tiba-tiba kejadian paling menyeramkan seumur hidupku terjadi. Entah isu darimana, yang jelas semua orang berteriak panik dan berlarian ke utara. Jalanan sesak dan semua berebut ke utara dari jalan Babarsari. Banyak yang menangis sambil masih mengenakan baju tidur. Situasi amat menegangkan karena terjadi Chaoz, semua tampak ga peduli lagi dan berebut berlarian ke arah utara. Rupanya ada yang menghembuskan isu telah terjadi TSUNAMI dan sebentar lagi menghantam tempat kita berdiri. (isu ini sama sekali tidak benar namun bener-bener membuat semua orang sangat panik. Semua mungkin berpikir bahwa hidupnya mungkin berakhir hari itu)

Aku hanya bengong karena aku pikir tak mungkin menyelamatkan diri. Jalanan sesak dan tidak ada ruang sama sekali. Jalan satu-satunya hanyalah naik ke lantai paling atas. Setelah berdiam selama 10 menitan ternyata benar saja tsunami tersebut hanyalah kebohongan belaka. Di Ring road utara dalam perjalanan kembali ke kontrakan tampak para mahasiswa UPN berteriak teriak melalui pengeras suara menyerukan agar pengguna jalan tidak panik dan berdesak-desakan karena isu tsunami tersebut sama sekali tidak benar.

Suasana benar-benar mencekam waktu itu. Saluran telepon sangat sibuk. Para kerabat yang memiliki family di Yogya kemungkinan besar ga bisa menghubungi saudaranya melalui telepon ketika itu, begitu pula sebaliknya. Plaza Ambarukmo yang baru saja dibuka juga ikut rusak berat. Salah satu lantai bahkan jebol temboknya dan terlihat dari luar. Benar-benar pemandangan seram.

Salah seorang sahabat saya si Della bahkan mesti rela tidur berbulan-bulan di tenda bantuan. Rumahnya yang berada di Bantul luluh lantak rata dengan tanah. Bahkan rata-rata rumah di daerah tersebut rusak berat atau malah rusak total. Benar-benar sebuah pengalaman pahit yang tak terlupakan.

Siapapun yang tinggal atau kebetulan berada di Yogyakarta pada waktu itu pasti setuju kalo kejadian tersebut mengingatkan manusia bahwa alam bisa sangat ganas dan menyeramkan. Itulah gempa terbesar yang pernah saya alami. Sekarang 3 tahun telah berlalu, dan saya menulis postingan ini sambil mengingat-ngingat kejadian waktu itu. Semoga kita semua selalu dijauhkan dari bencana alam. Amin..

Laskar Pelangi meraih mimpi

Mimpi…adalah…kunci…
Untuk kita…menaklukkan dunia…
Berlarilah.. tanpa lelah…
Sampai engkau.. meraihnya…

Saya suka sekali dengan lirik lagu laskar pelangi punyanya nidji diatas. Kalo membaca lirik sambil mendengar lagunya ko rasanya jadi semangat deh :-D

Teringat akan film laskar pelangi, dimana si lintang mesti bersepeda jauh sekali (40 km menurut novelnya) untuk bersekolah demi meraih mimpinya. Dia giat sekali belajar walau dengan segala keterbatasan yang mengelilinginya. Benar-benar kisah yang sangat menginspirasi :-D

Sering dulu saya malah malas-malasan sekolah/kuliah, padahal saya tak harus mengayuh sepeda berkilo-kilo meter, tak harus belajar di ruangan yang bocor, tak harus menunggu hingga buaya yang menghalangi jalan ke sekolah menyingkir ke rawa, tak harus belajar dengan lilin di malam hari (kecuali mati listrik), dan masih banyak hal-hal lain yang semestinya membuat saya bersyukur dan belajar lebih rajin.

Semua sudah lewat, tidak perlu takut dan tak perlu disesali, yang penting kan yang terjadi sekarang :-D

Nyanyi lagi ah…

Mimpi…adalah…kunci…
Untuk kita…menaklukkan dunia…
Berlarilah.. tanpa lelah…
Sampai engkau.. meraihnya…

Salah satu hal yang paling menakutkan

Mengerikaaannn…!!! Itulah gambaran yang pas bila mengalami kejadian yang satu ini.

Saya termasuk orang yang beberapa kali mengalami kejadian ngeri, termasuk pengalaman dengan hantu, namun sumpah deh..untuk kali ini saya bener-bener dibuat pucat pasi hingga keluar keringat dingin dan sekujur tubuh terasa sangaatt tidak nyaman merespon kejadian ngeri yang satu ini.

Cerita berawal ketika saya dan saudara saya yang dari surabaya baru saja pulang dari singaraja tadi sore. Awalnya hari itu berlangsung amat menyenangkan, everything is fine hingga saat kami turun dari bedugul menuju denpasar. Sore itu saya kebagian tugas mengemudi, disepanjang perjalanan kami mengobrol dan bercanda sambil mendengarkan musik dalam mobil. Tak ada yang aneh, langit cerah dan matahari tampak indah bergerak turun di arah barat. Di daerah perean, mobil saya kendarai agak ngebut hingga mendekati 100 km/jam karena situasi memang rada sepi dan kebetulan jalannya banyak jalan lurusnya. Once again, everything is still fine-fine aja.

Dekat daerah baha, saya segera berbelok menuju ke timur di sebuah tikungan yang ditandai oleh pohon beringin yang sangat lebat. Kami bermaksud memotong jalan pulang agar lebih cepat sampai di denpasar. Kali ini pemandangan mulai berubah, kami mulai memasuki kawasan yang di kanan kiri jalan hanya terdapat hamparan sawah diselingi dengan turunan curam melewati jembatan. Saya pun terbiasa membunyikan klakson dengan maksud mengatakan “permisi” bagi penunggu daerah sana. Suasana masih tak ada masalah, kami masi baik-baik saja.

Kami pun sampai di sebuah jembatan panjang yang membelah sungai besar di daerah mambal dan..Terjadilah sesuatu yang amat tidak saya inginkan. Muka saya pucat pasi menghadapi kejadian yang langka namun bisa terjadi pada siapa saja tersebut. Terbayang segala kengerian yang mungkin terjadi ke depannya. Segala kemungkinan terburuk mulai melintas di kepala saya. Badan ini mulai kaku dan mobil terancam mulai tidak terkendali karena saya pun sudah mulai tidak fokus.

Susah mengatakan bagaimana ngerinya situasi saat itu. I think, I can’t survive this time, saya membatin :-( Saya pun mulai berdoa agar kami (khususnya saya) bisa kuat melewati masalah ini. Saya berusaha tidak panik dan tetap fokus mengemudi. Tapi ternyata susah…tangan ini mulai gemetaran. Perasaan mulai kalut dan saya bener-bener takuuutttt!!

Pengen teriak tapi ga bisa.. keringat dingin mulai menetes walau ac mobil menyala. Saya pun akhirnya pasrah sambil terus berdoa agar saya dikuatkan. Hati ini menjerit, “Tolonglah keluarkan hamba dari situasi ini, plizzzz!!!!” :-(

Read more