Beberapa waktu yang lalu diadakan upacara megedong gedongan untuk istri saya dan kandungannya yang telah menginjak 7 bulan. Untuk lebih detilnya mengenai makna dan penjelasan upacara megedong-gedongan, silahkan anda googling atau tanyakan kepada ahli agama terdekat atau bisa juga dengan membaca postingan temen saya Wira tentang upacara megedong-gedongan
Prosesi diawali ketika istri dibersihkan dengan memakai air bunga, disiram-siram gitu deh, mirip ketika saya mebayuh dulu. Lalu rangkaian upacara pun dimulai. Salah satu acara yang membuat saya tergelitik untuk menuliskannya di blog adalah ketika istri memegang sebuah plastik yang dibungkus oleh daun dan didalamnya terdapat 2 mahluk hidup yaitu ikan dan belut. Konon katanya belut melambangkan laki-laki sedangkan ikan sebaliknya melambangkan wanita.
Nah tugas saya adalah menusuknya dengan sebuah bambu runcing halus. Awalnya saya kira akan susah menusukkan bambu yang sangat kecil ke sebuah daun tebal yang membungkus ikan dan belut tersebut. Namun ternyata sangat mudah, hanya dengan sedikit sentuhan (ciee kayak pemain sepakbola aja
) daun itu pun tembus dan saya berusaha merobek bungkusan tersebut lebih lebar agar mahluk hidup yang di dalamnya bisa “meloncat” keluar (dengan selamat tentunya hehe..).
Ternyata “hujaman” saya menghasilkan sebuah belut yang keluar. Keluarga pun bersorak dan dengan yakin mengatakan bahwa bayi di dalam kandungan istri saya berjenis kelamin laki-laki. La iya lah, gw mah udah tau dari dulu
Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana bila tadi yang keluar ikan? masak dokter akan berubah pendapat tentang jenis kelamin bayi hihi.. Katanya sih karena memang lelaki maka yang keluar adalah belut, dan itulah keajaiban Yang Diatas. Walau ada pula kemungkinan bahwa karena lubang yang saya buat tidak terlalu besar sehingga ikan tidak bisa lolos melaluinya, sedangkan belut bisa.
Whatever lah, apapun penjelasan ilmiah maupun penjelasan tradisionalnya ga usah dibahas terlalu serius karena biasanya yang gini2 sensitif dan menimbulkan perbedaan opini diantara miliaran penduduk di dunia ini
Ritual keagamaan dilakukan agar kita semakin dekat dengan Sang Pencipta dan semoga selalu dilindungi dan dilimpahkan karunianya
Sori guys, no pic today, but i guaranteed this story is not hoax
