Search results for perasaan+bahagia

Senangnya jadi seorang ayah

Sebenarnya telat banget postingan ini tapi berhubung ga sempet nulis disini pas hari lahirnya maka tak posting sekarang aja. Lebih baik terlambat daripada enggak sama sekali kan :mrgreen:

Hari Sabtu tanggal 16 Oktober 2010 adalah salah satu hari yang paling membahagiakan dalam hidup saya. Yak tepat pada hari itu, putra pertama saya lahir secara caesar di rumah sakit ibu dan anak Puri Bunda. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dan syukur yang tak terhingga atas segala karunia yang diberikan oleh Yang Diatas serta kasih sayang yang selalu diberikan oleh keluarga terutama mama dan papa.

Berhubung lagi pengen ngeblog, saya akan ceritain aja deh kronologisnya dari awal sampai akhir, sekalian nambah-nambahin index di search engine hehehe…

1 Oktober, Istri saya mulai cuti dari pekerjaannya untuk menantikan kelahiran anak kami. Dokter memperkirakan bahwa bayi akan lahir pada tanggal 11 Oktober 2010, meleset 1 hari dari tanggal cantik yang ditunggu oleh banyak orang, 10-10-10 :-D

Sejak awal, kami berdua ingin agar bayi dilahirkan secara normal. Berbagai cara kami lakukan untuk mendukung kearah proses persalinan normal. Jalan-jalan di jogging track di kertalangu, nungging sambil ngepel ketika janin sempat dinyatakan sungsang, senam hamil secara teratur dan berbagai nasehat dari orang-orang dekat mengenai persiapan kehamilan. Mendekati hari H menurut perkiraan dokter), saya sudah semakin tegang sekaligus senang dan tidak sabar menunggu hari kelahiran, bahkan saya sampai tidak sempat hadir ke pernikahan saudara saya Mahardika di Singaraja.

Tanggal 11 pun berlalu, diikuti oleh tanggal 12, 13, 14, 15, anak kami tak kunjung menunjukkan tanda-tanda akan lahir ke dunia. Orang tua saya pun sedikit khawatir karena bayi terlalu lama dalam kandungan. Papa berulang kali tampak memanjatkan doa untuk keselamatan cucunya, sedangkan mama tampak lebih bingung karena pada tanggal 17 beliau mesti terbang ke Korea selama seminggu, tentu akan was-was bila tidak sempat melihat cucunya lahir.

Setelah disarankan untuk melakukan tes NST oleh dokter, kami diijinkan untuk menunggu maksimal 7 hari lagi, karena bayi dalam kandungan diperkirakan memiliki berat mendekati 4 Kg yang tentunya akan menyulitkan ibunya untuk melakukan persalinan normal.

Pada tanggal 15, mama menelepon saya dan mengajak untuk berunding tentang bagaimana jika bayinya diambil saja secara caesar, mengingat umurnya dan beratnya sudah mencukupi. Saya pun berusaha mendiskusikannya dengan istri dan akhirnya dia bersedia, walau harus mengambil resiko bahwa setelah melahirkan dia akan tidak begitu bebas untuk beraktivitas telalu berat untuk menyembuhkan luka operasi.

Pada tanggal 16 pagi, setelah bersembahyang kami pun segera ke rumah sakit. Ketegangan saya tidak begitu saja sirna karena harus menunggu dokter datang selama kurang lebih 6 jam.

Kira-kira pukul 16an, istri saya pun dipanggil untuk menuju ke ruang operasi. Raut wajah tegang menghiasi wajahnya, saya pun berusaha meyakinkannya bahwa semuanya akan berlangsung baik-baik saja sembari selalu memanjatkan doa kepada Yang Diatas.

Ketika dokter memanggil saya mengabarkan bahwa anak saya telah lahir, perasaan bahagia langsung timbul begitu saja. Bayi mungil dengan panjang 51 cm dan berat 3,6 Kg telah lahir ke dunia. Saat itu saya resmi menjadi seorang ayah, sesuatu hal yang baru dan membahagiakan. Bayi mungil tersebut akhirnya kami namai Putu Nikki Adsenandra Wirawan, namun mama datang menitipkan sebuah nama dan akhirnya kami menyelipkannya menjadi Putu Ngurah Nikki Adsenandra Wirawan. Sebuah nama yang mungkin terlalu panjang jika digunakan untuk mengisi form yang berisikan first name dan last name :mrgreen:

Selamat datang ke dunia anakku, semoga kelak menjadi anak yang pintar, baik, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi banak orang, amin :-D

Tips Bahagia

Waktu dulu saya sering mengalami ketidakbahagiaan, mulai dari TK hingga SMA selalu saja ada hal dalam hidup ini yang terasa kurang. Lama kelamaan saya merasa bosan tidak bahagia dan saya bertekad untuk bahagia.

Apakah yang saya inginkan yang tidak terpenuhi sehingga saya tidak bahagia?

Mainan?…. bukan, itu kan dulu waktu anak2.

Barang2 yang dimiliki teman tapi saya tidak miliki?…… ah itu sih sirik namanya, ini juga bukan

Kurang kasih sayang orang tua?…. waduh itu bukan bangett

Kurang disukai teman?…. itu kayaknya enggak deh, jadi bukan juga

Uang?….. iya sih, aku perlu uang, tapi masa sih gara2 itu? bukan deh sepertinya

Trus apa donk…? karena muak dengan perasaan merasa kurang ini, maka saya pun menjadi gemar membaca buku2 motivasi dan sejenisnya yang bertujuan untuk mencari dimanakah letak kesuksesan dan kebahagiaan saya.

Trus hasilnya gimana? nihil, kebahagiaan ternyata tidak berada dalam buku2 itu.

2 tahun belakangan ini keajaiban terjadi, saya menjadi jarang sekali merasa kurang bahagia, paling tidak saya mampu mengontrol perasaan sedih dan tidak bahagia saya dan membuat perasaan saya bahagia kembali dalam tempo yang sesingkat singkatnya atau as soon as possible kalo orang sono bilang.

Trus gimana tuh caranya? kasi tau donk…

Terus terang saya pun tidak tahu secara pasti gimana caranya, namun untuk sekedar share saya bersedia membagi “rahasia” mengontrol perasaan bahagia saya.

1. Ketahuilah dengan pasti apa yang anda inginkan agar anda bahagia.

Tiap orang memiliki gairah dan keinginan yang berbeda. Makna sukses bagi si A belum tentu bermakna sukses bagi si B. Ada orang yang sudah bahagia sekali apabila setiap minggu dapet libur 2 hari di akhir pekan, namun ada pula yang merasa bahagia jika tidak terikat lagi oleh waktu bekerja sama sekali. Si A merasa bahagia sekali bila dapat menolong orang yang kesusahan walau dia sendiri hidupnya bole dibilang tidak berlebih, namun si B hanya akan merasa bahagia bila karirnya terus meningkat sejalan dengan pendapatannya, tak peduli dengan bagaimana keadaan orang disekitarnya. Jadi, apakah yang membuat anda bahagia? temukan jawabannya dan berusaha raihlah, maka disana letak rasa bahagia anda.

2. Berkumpulah atau bergaulah dengan orang-orang yang bahagia dan membawa pengaruh positif untuk anda.

Berkumpul dengan orang-orang yang selalu merasa tidak bahagia dan mengeluh terus menerus akan mempengaruhi “kadar” kebahagiaan anda juga.

3. Bila sesuatu berjalan tidak semestinya maka berusahalah mencari solusinya dan bukan menggerutu serta mengeluhkan penyebabnya.

4. Bersantailah setiap saat.

Bersantai setiap saat bukan berarti berleha-leha saja, namun maksudnya adalah hadapi segala sesuatunya dengan perasan yang happy, just take it easy.

5. Bersyukurlah.

Syukurilah selalu keadaan anda setiap memulai hari yang baru. Dulu saya menganggap hal ini bullshit, mana bisa bersyukur kalo kita susah. Percayalah anggapan itu benar2 salah, dengan bersyukur setiap harinya maka kita akan merasa selalu dilimpahi kebahagiaan olehNya. Jadi, mulailah bersyukur.

6. Gunakan kemampuan terbaik anda.

Dengan telah mengerahkan semua kemampuan terbaik kita di setiap kesempatan, maka kita telah mengusahakan sesuatu yang baik untuk hidup kita, sisanya serahkan saja pada Tuhan. Semoga dengan demikian kita akan selalu diberikan jalan terbaik dalam hidup ini.

NB : tulisan saya hanya sekedar share hal yang membuat saya bahagia, tentu ada yang setuju dan ada yang tidak. Apabila tidak berkenan ya mohon dimaafkan karena paling tidak saya menulis dari sisi saya saja.

Yah itulah share dari saya, kebanyakan hal itu aku ambil dari berbagai macam buku motivasi yang aku baca. Ternyata memang benar loh, bahagia itu tak selalu harus kaya raya, tak selalu harus punya wajah rupawan, tak selalu harus dapet rangking 1 di kelas, dsb. Menurutku si bahagia itu asalnya dari pikiran kita, jadi mulailah berbahagia dari sekarang, karena kita bebas untuk bahagia.

Saya bukan manusia yang selalu bahagia, namun saya bersyukur karena diberikan kesempatan menjadi manusia yang bebas memilih untuk bahagia :-D

Mama

Ibu, mami, emak, mother, nyokap atau apalah sebutan untuk seseorang yang melahirkan kita ke dunia. Kasih ibu (menurut lagu) tak terhingga sepanjang masa. Loh ko tiba-tiba nulis tentang ibu..??! perasaan hari ibu masi jauh deh…??!

Read more