Search results for saya+suka+bahasa+bali

Google Terjemahan

Menggunakan google terjemahan untuk menterjemahkan artikel dari bahasa asing ke bahasa Indonesia atau sebaliknya, adalah cara mudah dan gratis bagi mereka yang enggan membayar jasa terjemahan. Walau hasilnya ga bagus-bagus amat, tapi untuk sekedar memahami sebuah tulisan bahasa asing (apalagi yang non Inggris), tools ini sangat membantu.

Seperti biasa, hati-hati dengan paragraf pertama yang menjebak. Apalagi ketika mencari cerita dewasa sedarah :mrgreen:

FAQ :

Apakah anda merasa judul artikel ini aneh?

Yup, saya juga merasa agak aneh. Kebetulan Phrase “google terjemahan” saya temukan ga sengaja melalui google insight. Jadi ya saya pake nulis artikel aja :mrgreen:

Kenapa ya orang mengetikkan judul diatas pada mesin pencari. Mungkin google translate jika diterjemahkan secara polos akan menjadi google terjemahan. Masuk akal kan hehe…

Kenapa ga ditulis judul “google translate” aja?

Jago banget kalo mau nyaingin google di rumahnya sendiri :lol: Coba aja ketikkan google translate di kotak pencarian google.com, maka hasil pencarian menunjukkan halaman yang paling relevan untuk kata kunci tersebut adalah…. Semua udah tau sendiri :-D

Makanya mending nulis google terjemahan, siapa tau ada trafik lewat. Kecipratan dikiiiitt aja juga gpp :-D

Kenapa lagi-lagi nulis postingan ga penting?

Ya sekedar update aja. Kasian blognya kalo lama ga diisi hehe.. lagian postingan-postingan yang ga penting ternyata berjasa beliin saya pulsa bulanan :mrgreen:

Udah ah ngelanturnya. Sebenernya terus terang saya suka pakai tools google yang satu ini untuk nulis artikel. Hasil terjemahannya kadang ngawur tapi ya diperbaiki dikit-dikit lah seadanya. Maklum lidah dan tangan ga jago bahasa Inggris :oops: Dipake untuk nerjemahin artikel bahasa asing non Inggris juga lumayan. Hasilnya tinggal dibaca dan direka-reka maksudnya gimana, lalu ditulis ulang kembali.

Keinget dulu pas kuliah beberapa kali nerjemahin jurnal untuk tugas kuliah di rentalan yang juga nyediain jasa terjemahan. Harganya lumayan menguras kantong mahasiswa (apalagi yang masih kere kayak saya hehe..) Seandainya dari dulu saya udah tau google translate alias Google terjemahan (jangan diketawain ya terjemahannya :mrgreen: )

Btw terjemahannya cerita dewasa tante cantik apa sih? (maksa) :lol:

Ikut berduka atas terjadinya gempa di sumatera barat :-(

Ngerti bahasa bali ga?

Sebelum pulang dari Yogya, saya sempet singgah ke Surabaya untuk menghadiri pernikahan sepupu saya. Tentu saja banyak keluarga dari Bali yang datang juga. Karena telah lama tak saling bertemu maka menu utama ketika berjumpa adalah mengobrol, mengobrol dan mengobrol :-D Menanyakan kabar, bicara serius maupun guyon bercampur aduk menjadi satu. Saya lebih banyak pasif mendengarkan karena umumnya keluarga yang datang adalah dari generasi seangkatan bapak saya.

Begitu serunya percakapan hingga terkadang suara gelak tawa terdengar riuh terdengar hingga sanggup membuat sekumpulan orang disekitar juga ikut menoleh. Di tengah-tengah suasana itu, saya tiba-tiba mendengar seorang bapak yang juga berasal dari Bali namun saya tidak begitu mengenalnya, lalu bertanya kepada saya, “Dik, ngerti ga apa yang mereka bicarakan? Adik orang bali juga kan? Belajarlah bahasa bali sedikit-sedikit, biar kalau ada orang mengobrol seperti ini bisa ikut menikmati”

Saya hanya tersenyum mendengar bapak tadi :-D aku ngerti wan handred persen pak, pikirku :mrgreen: Maunya menjawab tapi ga jadi, saya pun hanya mengangguk-angguk seolah mengiyakan apa yang dikatakan bapak tadi. Haduh, cilaka duabelas, apakah tampang saya tidak menunjukkan gelagat orang daerah asli asal saya apa? :-( Ternyata saya disangka tidak bisa berbahasa bali karena mungkin dikiranya saya telah sejak kecil tinggal di pulau jawa. Apalagi mungkin beliau mendengar bahwa saya datang ke surabaya dari arah barat mencari kitab suci :mrgreen: , bukan datang langsung dari Bali.

Oke, enak juga disangka ga bisa bahasa sendiri. Saya suka diajari sesuatu yang saya sudah tau :mrgreen: nas kleng artinya &^%^&*& mas, ini artinya *&%$# mas, itu artinya **%%$% mas, anu artinya **##@%. Wow saya cepat belajar hehe… :-D

Ga Cuma arwah yang bisa penasaran

Arwah penasaran diceritakan sebagai roh yang tidak bisa kembali ke tempat yang semestinya dikarenakan kematiannya yang tidak wajar. Dia masih melayang-layang tak tentu di dunia ini karena masih penasaran akan kematiannya yang biasanya merupakan sebuah peristiwa tragis.

Read more

Indovison dan tukang servis

Berlangganan indovision memang asik. Kita bisa mendapat banyak sekali informasi dan tentu saja hiburan dari tayangan-tayangan yang disediakan. Ada binatang afrika yang suka jemuran dan makan daging ga dimasak, ada film kartun bagi adik-adik yang demen banget nongkrongin acara fun ini, ada HBO dan sejenisnya bagi yang suka nonton film box office sepanjang hari tanpa harus bayar tiket bioskop, ada vision1 bagi yang demen bola, ada ESPN star sports bagi yang maniak olahraga, ada MTV, gosip, bahkan tayangan berita berbahasa mandarin atau inggris. Bagi yang suka liat yang seger-seger lenggak lenggok pake pakaian irit pun juga ada hehe :mrgreen:

Kali ini saya bukan ingin jadi Tantowi Yahya yang mempromosikan indovision namun sebaliknya saya pengen cerita tentang tarif “heboh” yang dikenakan layanan service indovision bagi pelanggan yang mengalami gangguan atau kerusakan kecil pada saluran indovisionnya.

Ceritanya berawal dari putusnya tayangan di rumah saya yang ditandai dengan layar televisi yang hanya berwarna hitam tanpa gambar yang indah-indah. Setelah sok jadi teknisi akhirnya saya menyerah karena tidak berhasil menemukan permasalahan yang menyebabkan televisi di rumah tidak bisa menangkap siaran.

Segera saya meluncur menuju salah satu kantor cabang indovision terdekat untuk meminta jasa service. Setelah berkonsultasi dengan mbak-mbak yang jaga (sayangnya kurang sexy :mrgreen: ) akhirnya disepakati bahwa layanan mereka akan segera meluncur ke rumah saya besok. Diberitahukan pula bahwa saya akan kena charge untuk layanan perbaikan tersebut. Oke, saya segera mengiyakan.

Esoknya, mereka datang diterima oleh adik saya karena kebetulan hanya dia seorang yang ada di rumah. Siaran pun bisa dinikmati seperti biasa setelah saya pulang ke rumah. Nah anehnya saya langsung kena semprot adik saya habis-habisan karena dia baru saja merogoh kocek untuk biaya servis sebesar Rp.75.000. Nah loh, ko sewot, kenapa saya yang kena damprat?

Selidik punya selidik ternyata adik saya hanya kesal karena mesti bayar biaya sebesar itu hanya untuk layanan perbaikan selama beberapa saat. Menurut versi adik saya, mas-mas yang perbaiki saluran televisi datang ke rumah, lalu langsung ke tkp, kemudian mereka hanya membereskan kabel tertentu, kemudian siaran pun bisa ditangkap. Prosesnya katanya hanya satu menit!! 1 menit = Rp.75.000 nah itulah biang kerok yang buat adik saya kesel :mrgreen:

Ya sudah, toh akhirnya uang dia saya tukerin. Tapi bener juga yah, dia sewot sama saya sungguh tepat. Karena gara-gara saya gaptek dan ga bisa perbaiki sendiri maka mesti sewa jasa perbaikan. Padahal memperbaikinya cuma semenit :-D Mas-mas servisnya ga jadi salah deh, kan mereka hanya menarik dengan harga standar, salah sendiri ga bisa perbaiki ndiri :mrgreen:

Halo pak indovision, tarif servis jangan dipukul rata donk, kasi diskon dikit lah bagi kerusakan ringan :mrgreen: jangan-jangan besok ada pelanggan yang ga bisa pake remote kontrol dan menyangka salurannya rusak trus dicharge 75 ribu juga untuk layanan “diajari pake remote” hehe…

Ya gpp deh, Indovision emang Top ko, apalagi kalo beli hak siar liga inggris di indonesia dari astro, wuahh pasti tambah oke (ngerayu mode : on :mrgreen: )

Si Kubrick

Sudah menjadi kebiasaan bila akan membuat blog baru, maka saya berkeliling untuk mencari theme yang cocok dengan selera. Entah berapa banyak theme WP sudah saya donlot dan saya telantarkan di hard disk, tanpa pernah digunakan :mrgreen:

Seperti blog baru saya yang ini, awalnya dibuat karena kejenuhan saya membuat konten berbahasa inggris yang jelas-jelas artikelnya tidak berasal dari buah pikiran saya sendiri namun hasil kopas dan comot sana sini lalu dimodifikasi menjadi sebuah artikel yang baru Biasanya tak sedikitpun saya sisipkan kalimat saya sendiri karena merangkai kalimat dalam bahasa inggris ternyata cukup merepotkan buat newbie culun kayak saya :mrgreen:

Oleh karena itu terpikir oleh saya untuk membuat sebuah blog berbahasa Indonesia sebagai bahan selingan yang topiknya tidak se-ngawur blog ini :mrgreen:
Iseng-iseng berhadiah, begitu pikir saya, karena sapa tau kalo page ranknya dah ngangkat, kan bisa didaftarin paid review :-D plus updatenya pun ga perlu maksa, karena nulis artikel bahasa Indonesia tentu jauh lebih mudah bagi saya yang memiliki ibu berlidah Indonesia :mrgreen: my mother tongue is bahasa Indonesia :-D

Kembali ke masalah theme. Setelah berkeliling dan melihat banyak theme yang dahsyat-dahsyat, akhirnya hati saya tertambat pada sebuah theme sederhana yang tampak polos menarik bagi saya. Theme tersebut adalah KUBRICK
xixixixi ngapain juga mesti cari-cari theme kalo sukanya sama theme default :lol:

Kubrick tak berdosa itu cuma saya ganti warna headernya ajah trus jadi deh. Dipasangi beberapa plugin dan diganti format permalinknya plus ditambahi list ping service pada menu writingnya, lalu kemudian blog polos yang nama domainnya berasal dari domain nganggur itu akhirnya naik tayang juga :-D

He.he..saatnya nge-blog pake bahasa Indonesia lagi. Trus sekarang tinggal sering-sering update n disuntik link sana sini deh :-D

Membaca asik di Gramed

Pagi tadi aku iseng pergi ke gramed seperti biasa mau liat2 buku. Kebanyakan si baca di tempat alias ga beli he.. Sesampainya disana aku segera mengambil posisi yang pas untuk membaca buku-buku yang sekiranya menarik buatku. Karena udah gede jadi bacanya rada ga malu-maluin yaitu sambil berdiri. Kalo dulu pas jaman es de ya biasa bersila sambil baca buku DragonBallZ terbaru mpe pak satpamnya dateng trus bilangin “Dik, kalo mau baca jangan duduk2 disini”, aku ngeyel mbil jawab “tu, yang lain ko boleh pak?”, pak satpam menjawab lembut seperti ibu peri “ya soalnya mereka bacanya ga kayak adik, sambil gelar tiker” GUBRAKK……. :-)

Read more